Event, News Report

Gali Potensi Remaja Indonesia Bersama JktMoveIn

Reporter : Namira Daufina

Berbekal keinginan untuk memajukan dunia seni kreatif di Indonesia, Jakarta Movement of Inspiration (JktMoveIn) mengajak kita untuk bersama-sama menyadari potensi terdalam yang kita miliki. Menyambut acara puncak yang akan diadakan bulan Agustus nanti, JktMoveIn mengadakan press conference di Beranda Cafe & Restaurant Rabu lalu (18/6) dengan memberikan sedikit bocoran akan seperti apa teater musikal yang mereka usung nantinya.

Press Conference JktMoveIn, Beranda Resto (18/6). Photo by : Serena Primadyani

Press Conference JktMoveIn, Beranda Resto (18/6). Photo by : Serena Primadyani

Press Conference diisi oleh panelis yang terdiri dari Nurul Prameswari, Founder JktMoveIn, para ambassador yakni Chelsea Islan, Ryan Adriandhy, dan Barry Likumahuwa, serta Toto Arto, Mentor Produksi Teater Musikal, dan pemeran utama dalam musikal teater yaitu Abby Galabby dan Anastasya Nadya.

“Sebagai anak muda yang bisa kita lakukan adalah berkolaborasi, dengan cara meng-empower anak muda untuk peduli dan mau menggali passion yang ada dalam dirinya. Maka itulah, Jakarta Movement of Inspiration dilaksanakan,” ujar Nurul Prameswari, Founder JktMoveIn ketika ditanya apa yang membuatnya tergerak melaksanakan kegiatan ini.

Seperti yang kita ketahui, Jakarta Movement of Inspiration adalah kegiatan yang berfokus pada kepedulian akan seni dan kreativitas demi tercapainya revolusi kreatif bagi pemuda/i bangsa Indonesia.

Dengan mengusung tema ” Memenangkan masa depan melalui passion dan cita-cita” inilah maka serangkaian kegiatan baik pendukung maupun utama yang menunjang tercapainya tujuan awal dari JktMoveIn pun telah dan akan dilaksanakan.

Beberapa rangkaian kegiatan pendukung yang telah dilaksanakan antara lain Roadshow (26/4) di Piazza Hall, Gandaria City, di mana JktMoveIn memberikan kesempatan pada komunitas-komunitas seni kreatif untuk mempersembahkan sebuah penampilan dan membuka booth untuk memperkenalkan komunitas mereka kepada masyarakat.

Pada 25 Mei lalu telah dilaksanakan parade flash mob pada saat car free day yang dihadiri oleh para pemain dan memberikan cuplikan adegan dari teater musikal yang akan dilaksanakan pada Agustus nanti.

Selain beberapa kegiatan pendukung tersebut, telah dilaksanakan juga acara inti pada 17 Mei lalu yaitu Inspiration Session. Acara ini bertujuan memberikan inspirasi bagi para pemuda untuk terus berkembang dan berkarya melalui sebuah diskusi terbuka dengan beberapa mentor yang sudah ahli dalam bidangnya yakni Anies Baswedan, Pandji Pragiwaksono, Zukhriatul Hafizah dan Aimee Saras.

Nantinya, sebagai acara puncak sekaligus acara penutup dari serangkaian kegiatan yang sudah dilakukan oleh JktMoveIn, maka pada tanggal 16 & 17 Agustus 2014 akan dilaksanakan teater musikal yang berjudul Musikal Sekolahan. Teater ini diperankan oleh para pemeran yang sebelumnya dipilih melalui audisi yang ketat (lebih dari 1000 orang peserta audisi) dan pelatihan yang matang.

Para pemeran Musikal Sekolahan

Para pemeran Musikal Sekolahan

Musikal sekolahan ini menggabungkan musik, teater, seni rupa dan teknologi audio visual modern. Yang mana diharapkan teater musikal ini akan mampu menjadi inkubator talenta muda karena para pemerannya murni di audisi dari siswa SMA dan kuliah se-Jakarta.

Musikal Sekolahan sendiri akan dilaksanakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sampai saat ini tiket “Musikal Sekolahan” belum dijual. Penjualan akan dimulai minggu depan dengan kisaran harga tiket Rp100.000 – Rp500.000 yang dijual secara online. Untuk detail pemesanan dan harga tiket dapat dipantau terus melalui media sosial resmi JktMoveIn.

Jadi, jangan sampai kelewatan yah! Jadikan 16 & 17 Agustus kalian di tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya melalui kegiatan yang positif dan turut mendukung perkembangan industri seni dan kreatif kita. Ini saatnya yang muda yang beraksi. Sampai ketemu di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Agustus nanti ya :)

Find more info :

Facebook : Jakarta Movement of Inspiration

Twitter : @JKTMoveIn

Youtube : Jakarta Movement of Inspiration

Instagram : @JKTMoveIn

Standard
Journal KISS

Mendunia dengan Ber-”Budaya”

Oleh : Nadya Lulu

Semua orang pasti ingin mengelilingi dunia, semua orang pasti ingin tau dunia di luar sana dan semua orang pasti ingin juga mempunyai banyak teman dari seluruh dunia. Jika kamu punya mimpi pasti kamu ingin mimpi itu menjadi kenyataan bukan?. Di sini aku akan menceritakan bagaimana aku mewujudkan mimpiku dengan talenta dari tuhan untuk ku dan kecintaan ku yang sangat terhadap budaya Indonesia di keseniaan tari.

Dengan Kostum Tari Yospan Papua

Dengan Kostum Tari Yospan Papua

Berawal ketika aku masih di taman kanak-kanak aku mulai belajar tari Bali yang pada waktu itu memang diharuskan di TK tempat aku sekolah, karena aku bersekolah di Denpasar Bali yang mewajibkan setiap sekolahnya untuk mengajarkan kesenian Bali. Jadi bukan karena kebetulan jika sudah dari kecil aku sudah dikenalkan oleh dunia tari. Aku percaya bahwa semua itu tidak ada yang kebetulan karena semua terjadi pasti ada alasannya.

Continue reading

Standard
Journal KISS

Sejumput Tentang “RASA”

Oleh : Namira Daufina

 

Berhubung ini hari Sabtu, waktunya bersantai. Jadi gue memilih hari ini sebagai hari promosi hahhaa. Karena ini minggu gue ber- #BagiCerita maka dari itu akan gue manfaatkan untuk mengisahkan sedikit tentang novel perdana gue yang terbit 21 Oktober 2013 silam.

Ini tentu bukan hal yang baru. Pada awal rilis pun di twitter KISS @KulturaINA gue sudah sempat ngobrol-ngobrol tanya jawab dengan KISS. Tapi kesempatan untuk promosi di website itu baru tiba hari ini. Berhubung novelnya juga masih ada di Gramedia, jadi promosinya masih belum basi lah ya… Mari kita mulai.

Cover Novel RASA

Cover Novel RASA

Pertama banyak yang bertanya, kenapa namanya RASA?

Karena ini tentang menari, kecintaan seorang remaja perempuan terhadap menari terutama tarian tradisional. Sementara dalam menari ada 3 hal utama yang wajib dikuasai setiap penari yakni wirasa, wirama dan wiraga. Dari kesemuanya, gue selalu tertarik akan rasa. Terlalu besar dan abstrak. Memegang kendali penuh akan keindahan setiap gerakan yang disajikan oleh sang penari. Sebagai salah seorang yang masih cukup aktif menari, rasa itu yang masih sering gue cari. Tidak gampang menemukannya, tapi ketika sudah sampai dititiknya, menari akan seindah menggerakan tubuh dengan hati. Terlampau ringan terbawa dan terhanyut dalam gerak lewat rasa.

Continue reading

Standard
Uncategorized

Berkunjung ke Dalem Kalitan, Solo

Oleh : Namira Daufina

 

Kali ini gue berkesempatan untuk jalan-jalan ke Solo. Dan dari sekian banyak tempat yang gue kunjungi, gue memilih rumah Ibu Tien Soeharto, yang sering disebut sebagai Dalem Kalitan dalam #BagiCerita kali ini.

Masuk ke wilayah Dalem Kalitan seperti layaknya tempat wisata lainnya pasti disambut sama abang-abang jualan cemilan. Hahahaha. Walaupun gue meragukan tempat ini bisa sepenuhnya dibilang tempat wisata atau nggak. Tapi anggap sajalah begitu, karena paling tidak selama gue berkunjung adalah 2 – 3 rombongan lain yang hilir mudik berkunjung.

Jajanan Depan Dalem Kalitan

Jajanan Depan Dalem Kalitan

 

Yang membuatnya berbeda dari situs sejarah wisata lainnya adalah tidak dikenakan biaya masuk. Kalau ingin berkunjung cukup laporan ke satpam yang menjaga di sisi kiri halaman depan rumah. Nanti ada seorang abdi dalem yang menjaga lingkungan rumah menemani kita berkeliling. Ini juga nggak harus dibayar loh, cuma rata-rata yang berkunjung memberikan uang sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu menjelaskan sejarah rumah ini. Continue reading

Standard

Suatu hari, seorang teman kami Kidung Lasmoyo meminta kami untuk membantunya dalam pembuatan video sebagai tugas akhirnya mengemban pendidikan di Universitas Indonesia. Ketika ditanya, kita bisa bantu apa, dia minta kami menarikan tari Nyai Dasima yang pernah dilihatnya di acara Benang Merah yang kami selenggarakan. Tentu aja, kami dengan senang hati bersedia, karena sosok Nyai Dasima sangat dikenal di masyarakat sebagai seorang wanita cantik asal Betawi. Cerita rakyat ini pun diadopsi ke dalam berbagai bentuk seni seperti lukisan, teater dan lain-lain. Tapi mungkin masih sedikit yang benar-benar mengerti cerita sebenarnya.

Terima kasih Kidung & friends atas kesempatan ini. Semoga dengan ceritari ini, semakin banyak orang yang mendapat pemahaman lebih tentang Nyai Dasima.

Untuk KISSes, selamat menikmati :)

Journal KISS

Keliling Indonesia dalam Satu Hari (2)

Oleh : Andra Miyanka

Udah pada baca dong #BagiCerita lalu dengan judul yang sama Keliling Indonesia dalam Satu Hari? Nah setelah keliling pulau Jawa, saatnya kita berlabuh ke pulau Sumatera dan Bali. Siap-siap abis ini langsung mendadak ngidam banyak mau yah!

Pertama kita loncat sedikit ke Pulau Sumatra. Mari kita coba Sate Padang Ajo Ramon!

Sate Lidah 15 tusuk, lengkap dengan tambahan keripik singkong dan kerupuk jangek

ramon

Sate Padang yang berada di bilangan Santa ini punya reputasi yang cukup baik di Jakarta. Hampir semua orang (terutama orang Padang) yang gw kenal, pasti mengakui Sate Padang Ajo Ramon ini salah satu yang paling enak di Jakarta. Kalian bisa pilih mau sate yang daging saja, atau campur jeroan. Bisa juga pilih spesifik mau jeroan apa. Biasanya tersedia lidah, jantung, usus, atau tetelan. Favorit gw sendiri adalah lidah. Sekali makan bisa 20 tusuk sendiri, lidah semua! Jangan lupa tambah keripik singkong pedas dan kerupuk jangek (kerupuk kulit sapi) biar makin seru makannya :p

Continue reading

Standard
Journal KISS

Keliling Indonesia dalam Satu Hari (1)

Oleh : Andra Miyanka

 

Haaaii semuanya! Di edisi #BagiCerita kali ini, gw mau ngajakin kalian keliling Indonesia dalam satu hari, tanpa ngelangkahin kaki keluar dari kota Jakarta! Hah, gimana caranya? Lewat lidah, alias wisata kuliner, alias MAKAAANNN! Hahahah.. Kalo ditanya diantara semua anggota KISS, siapa yang kerjaannya makan terus, semua udah pasti jawab Andra. Jadi sudah sepantasnya topik yang gw angkat menyangkut makanan lah ya? Jadi lewat artikel ini, gw mau ngajak lo semua nyobain makanan-makanan khas Indonesia yang ada di Jakarta. Yaaa sebelum ngerasain langsung makanannya di daerah masing-masing, kita coba dulu lah di Jakarta biar nantinya ngga kaget kalo jalan-jalan ke daerah-daerah tersebut.

 

Pertama, kita mulai dulu aja dari makanan khas Betawi sendiri yaa! Yang ini sebenarnya bisa dibilang agak di luar Jakarta sedikit, yaitu di bilangan BSD. Namanya Soto Betawi Haji Mamat. Umumnya, Soto Betawi berkuah santan dan berisi jeroan, bahkan seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, torpedo, dan juga hati. Eh tapi jangan takut dulu! Di Haji Mamat ini, tersedia berbagai pilihan isi, ada Campur (daging dan jeroan), Daging, dan Ayam. Kuahnya pun bisa pilih Santan atau Bening (walaupun kalau menurut saya, kuah bening jadinya lebih seperti Sop dibanding Soto). Dan yang bikin Soto Betawi Haji Mamat ini unik, kita bisa pilih Soto biasa (isi dan kuahnya dicampur), atau Oseng (isinya dioseng bersama irisan cabe rawit dan potongan tomat lalu ditaburi bawang goreng dan kuahnya disajikan terpisah). Menu paling favorit biasanya Oseng Daging/Campur Kuah Santan. Nah bentuknya seperti ini:

mamat

Oseng Campur Kuah Santan

Continue reading

Standard